Character / Ken

Ken
character-image
Faceclaim Source
Jinta (Kijin)
Score

0

0 users
Ranked #776
Favorites: 0
Stories
image
Diablo Voids Supporting
Information
Full Name: Ken
Nick Name: K
Sex: Male
Races: Muted
State: Alive
Author
image
Kyfa 22 characters
About

Ken/Sword adalah sebuah alias. Tidak ada yang tau nama aslinya—lebih tepatnya tidak ada yang mengingatnya lagi. Keberadaannya seolah tidak pernah ada di tempat ia dilahirkan.

Kisahnya bermula sebagai anak yang terkutuk (Cursed Child), bukan untuknya melainkan untuk orang disekitarnya—orang yang mengetahui namanya akan hidup dengan penuh kesiapan dan menderita sepanjang nama itu ada di kepala mereka. Dan, kenyataannya hampir mustahil melupakan nama yang membuatmu menderita, kan?

Dia terlahir sebagai seorang Shinobi, manusia yang memiliki Ki yang cukup untuk menggunakan Ninjutsu / Teknik yang melibatkan kekuatan supernatural. Ki ini berperan penting sebagai pasokan untuk menggunakan ninjutsu, dengan segel tangan sebagai syarat umum aktivasi ninjutsu. Meski begitu, aktivasi ninjutsu bisa dilakukan dengan mantra/gulungan dan lain sebagainya—tergantung kecocokan.

Untuk kasus Ken, dia sedikit spesial. Dia hanya perlu berfikir untuk mengaktifkan Ninjutsunya? Sesimpel itu? Tidak, dia punya harga lain yang harus di bayar. Ken perlu mengorbankan sesuatu yangd dimilikinya (apapun bisa) untuk mengaktifkan sebuah ninjutsu.

Pada akhir perjalanannya, Ken lelah melihat orang menderita karenanya. Ia menggunakan Ninjutsu dengan intensitas terkuat yang pernah ia lakukan—dengan identitasnya sebagai bayaran dengan itu semua orang melupakan mengenai dirinya termasuk keluarga dan orang yang ia sayangi. Menutup roda kutukan yang pernah ada.

Ken menghadapi pengaturan sistem dengan keheningan dan perhitungan, termasuk saat dipasangkan dengan Zhigalkovich dan Vespera. Ia tidak mudah terpancing oleh kebisingan orang lain, serta menggunakan catatan untuk menjaga kesinambungan diri ketika memori dapat hilang sebagai harga kekuatannya.

Ken memasuki setiap hubungan dengan ketenangan yang hampir sulit dibaca. Ia berulang kali dipasangkan dengan Zhigalkovich dan menanggapi hinaan lelaki itu dengan sikap datar, seolah cacian tidak cukup penting untuk mengubah tujuannya. Ketika enam jam terakhir diumumkan, Ken hanya mengingatkan bahwa mereka akan dipisahkan, sementara Zhigalkovich terus mempertahankan pola agresifnya. Hubungan mereka bukan kedekatan romantis, melainkan toleransi panjang antara dua orang yang bereaksi bertolak belakang terhadap tekanan: Ken meredamnya ke dalam diam, Zhigalkovich meledakkannya keluar.

Dalam ruang hadiah bersama Luxya dan Xandara, Ken menjadi penyeimbang bagi dua bentuk keinginan yang sangat berbeda. Luxya mendorong kedekatan melalui sentuhan dan permainan sosial; Xandara awalnya menyatakan tidak mempunyai keinginan selain tugas kepada The Origin. Ken menegaskan bahwa pilihan hanya berarti jika orang yang menjawab benar-benar menginginkannya. Ia tidak menganggap jawaban terserah sebagai persetujuan, meminta batas yang jelas, dan hanya menerima kedekatan secara selektif. Prinsip itu membuat Luxya dapat mendekat tanpa kehilangan hak menolak, sekaligus memberi Xandara bahasa awal untuk memahami bahwa rasa ingin tahu pun dapat menjadi keinginan.

Xandara menyentuh tangan dan wajah Ken secara eksperimental, bertanya seperti apa rasanya hidup egois, lalu mengamati cara Ken dan Luxya memaknai pilihan. Ken tidak menuntut Xandara segera meniru mereka. Ia membiarkannya menjadi pengamat yang sadar, sehingga pengalaman itu kelak dipakai Xandara ketika mencoba memahami Zion. Dengan Luxya, kedekatan Ken lebih langsung dan saling disepakati. Mereka tidak selalu mengucapkan perasaan, tetapi rasa nyaman tumbuh dari kemampuan Luxya menghidupkan suasana dan kemampuan Ken menjaga agar kebebasan tidak berubah menjadi paksaan.

Di pesta, Bella duduk di sisinya setelah melihat Leon memeluk Soraya. Ken menerimanya tanpa mengorek luka atau mencoba menggantikan posisi siapa pun. Interaksi singkat itu menggambarkan bentuk kepeduliannya: menyediakan ruang aman, memperkenalkan diri, dan tidak menuntut imbalan emosional. Ia sering tampak pasif, tetapi kepasifan tersebut berbeda dari ketidakpedulian.

Perbedaannya menjadi jelas setelah ledakan. Antares melindungi Luxya dalam es, Zion menghangatkan tubuhnya, dan Ken menggunakan kekuatannya dengan membayar harga berupa ingatan demi menciptakan oksigen serta perban steril. Pengorbanan itu menjadikan hubungan Ken dan Luxya lebih dari sisa ruang hadiah; ia secara harfiah melepaskan sebagian dirinya agar Luxya tetap hidup. Ketika sistem akhirnya memasangkan mereka, keputusan itu mengikuti jejak pilihan yang sudah ada. Ken mungkin tidak menunjukkan kasih melalui kata-kata besar, tetapi batas yang ia jaga, ruang yang ia berikan, dan memori yang ia korbankan menjadi bentuk keterikatan yang sangat konkret.

Motivation

Mempertahankan kendali atas apa yang masih menjadi miliknya, melindungi sisa identitasnya, dan tidak lagi membiarkan orang lain membayar harga dari keberadaannya.

Background

Ken merupakan seorang Muted dari semesta The Listened World. Ia dapat meredam suara di sekeliling tubuh dan bergerak dalam zona hening. Ninjutsu yang digunakannya menuntut pengorbanan atas sesuatu yang ia miliki, termasuk ingatan, emosi, atau identitas.

Personality

Pendiam, tenang, disiplin, observan, dan terkendali. Ken terlihat terlepas dari banyak hal karena bagian dirinya memang telah menjadi harga teknik, tetapi keputusan yang tersisa selalu ia ambil dengan sengaja.

Plot
The character's role in the story.
No plot yet.
About Roleplayverse

This website tells the universes (up to omniverse) of each story that have been developed together since 2014, collected solely as part of a hobby.

© Roleplayverse. All rights reserved.