Priscilla adalah salah satu mahasiswa psikologi yang terpilih untuk program magang di pusat kesehatan mental milik swasta, tempat banyak pasien dari berbagai latar belakang — dari anak sekolah dengan tekanan keluarga, hingga mantan karyawan burnout atau ibu rumah tangga yang kehilangan arah hidup.
Sebagai psikiater magang, ia tidak menangani diagnosa besar atau kasus kompleks. Tapi Priscilla punya peran yang jarang dihargai: menjadi orang pertama yang menyambut pasien saat datang, mendampingi sesi sebagai pendengar pasif, atau berbicara ringan saat pasien menunggu terapis utama.
Tugasnya terdengar kecil. Tapi entah bagaimana, banyak pasien mulai membuka diri lebih dulu pada Priscilla.
Tidak ada satu pun rekan kerja atau pasien yang tahu siapa Priscilla sebenarnya. Bahwa di luar jam kerjanya yang tenang, ia adalah pengumpul informasi emosional bagi geng bawah tanah yang beroperasi lewat bisnis, ancaman, dan intervensi psikologis terhadap orang berkuasa.
Tapi Priscilla tidak melakukan kekerasan.
Dia hanya mendengarkan.
Dan dari cerita-cerita yang ia serap — siapa membenci siapa, siapa yang menyimpan rahasia, siapa yang kehilangan kendali — ia mengirimkan laporan analisis hubungan antar elite dan eksekutif kepada seseorang yang bahkan tidak ia panggil dengan nama.
Dia tidak pernah menyimpan salinan laporan.
Semua dibaca dan dibuang.
Seolah-olah dia hanya psikiater biasa.
Priscilla muncul dalam hasil simulasi dan kalibrasi bersama Mikado serta Jeanny. Perannya tidak banyak ditampilkan, tetapi kemampuan membaca perilaku membuatnya cocok sebagai pengamat terhadap dorongan buatan, ketertarikan, dan perubahan memori yang digunakan sistem.
Priscilla terbangun lebih dahulu di ruangan yang dibaginya dengan Mikado dan berusaha tetap tenang sambil menilai apakah pemuda itu sesama korban atau penculik. Mikado yang sangat santai terus menggodanya, termasuk menyentuh dagu dan menawarkan panggilan posesif. Priscilla segera mundur serta menegur, memperlihatkan bahwa rasa takut tidak membuatnya kehilangan batas. Setelah itu ia menantang Mikado mencari sendiri informasi tentang dirinya, memperkenalkan nama tanpa membuka semua rahasia, lalu mengarahkannya pada kemungkinan memakai keycard dan memeriksa jalan keluar.
Hubungan mereka berkembang sebagai kerja sama yang penuh tarik-ulur. Priscilla menganggap Mikado terlalu nakal tetapi juga cukup kuat dan berguna untuk bergerak di depan. Mikado terus mengancam akan meninggalkannya sebagai lelucon, namun tetap membuka akses dan tidak benar-benar pergi. Nilai kecocokan dunia mimpi mereka cukup tinggi, tetapi kedekatan itu tidak berlanjut sebagai pilihan permanen. Yang bertahan adalah kesan bahwa Priscilla mampu mengimbangi provokasi dengan rasa ingin tahu serta keberanian praktis.
Ia kemudian berada dalam kelompok bersama Soraya, Zion, Leon, dan Caroline saat mekanisme pengelompokan mulai dibuka. Priscilla menjadi salah satu orang yang menyaksikan kebingungan, rasa malu, serta konflik tentang tujuan reproduktif eksperimen. Dalam susunan simulasi berikutnya ia dicatat berpasangan dengan Jeanny dengan nilai rendah, dan menjelang akhir namanya tidak lagi menjadi pusat daftar pasangan. Cerita memberi Priscilla kemunculan yang lebih terbatas dibanding tokoh utama, tetapi tindakannya tetap konsisten: ia waspada tanpa membeku, menolak sentuhan yang tidak diinginkan, menyimpan informasi pribadi sebagai kendali atas dirinya, dan tetap ikut menjelajah ketika rasa takut tidak menawarkan jalan keluar.
Memahami siapa yang mengendalikan eksperimen, mempertahankan kendali atas informasi yang ia miliki, dan menghindari menjadi variabel yang mudah dibaca.
Priscilla merupakan mahasiswa psikologi yang juga menjalani pekerjaan sebagai psikiater magang. Ia terampil mendengar secara aktif, membaca pola emosi dan hubungan, serta menyusun informasi psikologis tanpa meninggalkan jejak.
Tenang, sabar, observan, tertutup, diplomatis, dan kalkulatif. Priscilla memahami bahwa informasi emosional dapat lebih berbahaya daripada kekerasan langsung.