Cassius berasal dari suku Pygmy, sebuah suku kecil yang sangat mengagumi dan menyembah bulan. Bagi suku ini, bulan bukan hanya sumber cahaya malam, tapi juga menjadi patokan hidup sekaligus dasar dari seni berpedang yang mereka pelajari dan wariskan turun-temurun.
Ia lahir dari pasangan pejuang yang setia menjaga desa mereka dari berbagai ancaman. Namun, saat Cassius berusia 4 tahun, kedua orang tuanya meninggal dunia saat melaksanakan tugas mereka. Sejak itu, Cassius tinggal bersama kakeknya yang sudah sangat tua dan mulai harus belajar mandiri.
Setiap hari, Cassius menghabiskan waktunya untuk berburu dan merawat kakeknya. Meskipun masih kecil dan kehilangan orang tua begitu cepat, ia bertekad untuk melanjutkan perjuangan mereka. Dengan tekun, ia mulai berlatih pedang meskipun usianya masih di bawah umur.
Latihan demi latihan ia lakukan tanpa henti. Kerja kerasnya akhirnya mendapat pengakuan dari ketua suku yang memberinya sebuah pedang bermaterial unontainium. Pedang itu tersebut beresonansi dengan cahaya serta kegelapan di sekitarnya, sehingga Cassius mampu melengkapi teknik berpedang miliknya.
Namun, karena tanggung jawab merawat kakeknya, Cassius cenderung menarik diri dari kehidupan sosial sukunya. Hingga dewasa, Ia jarang berinteraksi dengan warga lain dan hanya terlihat saat berburu, berlatih, dan melakukan patroli malam di sekitar desa.
Cassius dipindah-pindahkan melalui susunan pasangan yang ditentukan sistem, termasuk bersama Vespera, Xandara, dan Luxya. Ia menghadapi situasi itu seperti seorang penjaga: mengamati ancaman, mengandalkan disiplin, dan menggunakan pedangnya hanya ketika tindakan tegas benar-benar diperlukan.
Cassius berhadapan dengan eksperimen sebagai orang yang lebih nyaman mencari struktur dan jalan keluar daripada mendiskusikan kedekatan. Dalam dunia mimpi ia dipasangkan dengan Vespera, lalu pada simulasi berikutnya dengan Xandara. Hubungan dengan Xandara tidak berkembang menjadi kelekatan besar, tetapi mempertemukannya dengan pribadi yang sama-sama literal dan tidak mudah mengikuti dorongan sosial. Skor mereka tetap rendah, sesuatu yang kemudian menegaskan bahwa kesamaan ketenangan tidak otomatis menjadi keintiman.
Ruang hadiah bersama Zhigalkovich dan Mikado menjadi pengalaman yang paling menguji kesabarannya. Saat Mikado terus memancing hinaan dan Zhigalkovich merespons dengan ancaman serta pisau, Cassius berulang kali mencoba memeriksa ruangan dan menemukan jalan keluar. Ia terseret ke dalam pertengkaran yang tidak diinginkannya, dipermalukan oleh percakapan vulgar, dan akhirnya menarik katana. Mikado sempat menahan serta menenangkannya, tetapi tidak ada kepercayaan yang benar-benar terbentuk; kelompok itu bertahan sebagai persekutuan komedi yang penuh permusuhan, bukan hubungan sehat.
Vespera menjadi rekan yang jauh lebih alami bagi Cassius. Keduanya bertemu kembali ketika sisa waktu kebebasan diumumkan. Vespera langsung berfokus pada pelarian—serta kopi—dan Cassius menawarkan bantuan meninggalkan fasilitas. Ia memahami bahwa konsekuensi reproduktif serta pengurungan permanen akan lebih berat ditanggung pihak perempuan, sehingga ia tidak memperlakukan Vespera sebagai kewajiban pasangan. Hubungan mereka tumbuh sebagai kerja sama praktis: Vespera menyatakan apa yang ia butuhkan secara langsung, Cassius menerjemahkannya menjadi tindakan dan perlindungan.
Saat Windham menyerang dan menyeret Antares yang terluka, Cassius tetap menyerang untuk membebaskan seseorang yang bahkan belum menjadi sahabatnya. Tebasan itu dihapus oleh kekuatan God-Maw, tetapi tindakannya memperlihatkan keberanian yang tidak bergantung pada keuntungan pribadi. Daftar akhir memasangkan Cassius dengan Vespera, sesuai pilihan mereka untuk melarikan diri bersama. Ikatan tersebut tidak dibangun dari rayuan, melainkan dari ketenangan, penghormatan, dan keputusan sederhana untuk tidak meninggalkan satu sama lain ketika pintu menuju kebebasan mungkin terbuka.
Menjaga kehormatan ajaran keluarganya, melindungi orang yang berada dalam tanggung jawabnya, dan keluar tanpa menyerahkan kehendak kepada sistem.
Cassius adalah manusia dari suku Pygmy di semesta Arcano Edge. Ia menguasai seni pedang berbasis bulan dan menggunakan katana unobtainium yang beresonansi terhadap cahaya maupun kegelapan, termasuk untuk menghasilkan tebasan energi berbentuk sabit.
Jujur, disiplin, terhormat, lugas, dan terbiasa menyendiri. Cassius dapat terlihat kaku atau polos dalam pergaulan, tetapi ia memegang ajaran kakeknya dengan kesetiaan penuh.