Character / Zion

Zion
character-image
Faceclaim Source
Watarai Hibari (Nijisanji JP)
Score

0

0 users
Ranked #757
Favorites: 0
Stories
image
Diablo Voids Protagonist
Information
Full Name: Zion
Nick Name: Zion
Sex: Male
Races: Dhampyre
Tags: -1 Kewarasan
State: Alive
Author
image
Rubidonna 45 characters
About

Zion tumbuh di sebuah panti asuhan setelah sebelumnya dia pernah dikunci di dalam rumah ibunya yang memilih meninggalkannya. Dia hampir mati kelaparan sampai akhirnya ditemukan oleh tetangganya. Tempat itu secara kasat mata tampak ideal; penuh aturan yang katanya demi kebaikan anak-anak di dalamnya. Panti terasa lebih seperti lembaga pembinaan ketimbang rumah. Segala hal harus sesuai prosedur, setiap anak dinilai dari kemampuan, kepribadian, dan potensi adopsinya. Mereka yang dianggap bermasalah, terlalu tertutup, atau tidak cukup menarik akan semakin disisihkan.

Zion termasuk ke dalam kategori itu. Tidak cukup dibilang menggemaskan untuk dicintai, tidak cukup menonjol untuk dibanggakan. Dia dikenal nakal dan lambat merespons pembelajaran. Zion sering kali menyampaikan isi pikirannya dalam bentuk sindiran dan membuatnya sulit memiliki teman.

Namun sebetulnya, Zion menyimpan kecerdasan dan pemahaman emosional melebihi usianya. Dia hanya kesulitan menaruh kepercayaan pada siapa pun. Kebaikan itu selalu datang dengan syarat. Seiring waktu, banyak anak-anak yang diadopsi. Hanya Zion yang selalu tertinggal, karena orang dewasa lebih memilih yang mudah diajari sejak kecil. Mungkin itu yang ada di benak ibunya saat berusaha menyingkirkannya.

Akhirnya, saat menginjak remaja, Zion dipindahkan ke rumah transisi—tempat singgah sementara hingga dia dianggap cukup mandiri untuk hidup sendiri. Di sana dia tak terlalu ceria, tidak terlalu manja. Hanya perlu bernafas untuk membenahi diri dari trauma, dan belajar memaafkan dirinya sendiri.

Zion menjadi salah satu subjek yang paling vokal menolak pengaturan pasangan, terutama setelah hubungannya dengan Xandara semakin kuat. Ia berulang kali mencoba mengakali susunan sistem dan menentang gagasan bahwa perasaannya hanyalah produk manipulasi. Rasa takut kembali menjadi orang yang tidak berarti menjadi sumber kelemahan sekaligus daya tahannya.

Zion menutupi ketakutan ditinggalkan dengan kelakar kasar, provokasi seksual, kemarahan, dan klaim kepemilikan. Dalam kelompok awal bersama Leon dan Soraya, ia mencoba menghindari hukuman dengan mengajak Leon memilih perempuan tanpa lebih dulu meminta persetujuan. Leon menegurnya dan Soraya memperlihatkan betapa sedikitnya ia memahami tujuan eksperimen. Di balik sikap berandalannya, Zion justru menjadi orang yang paling cepat menyimpulkan bahwa ruang kelas dan pembentukan kelompok hanyalah kedok untuk program reproduksi. Rasa protektifnya terhadap Xandara dan Sonata sudah muncul bahkan ketika ia yakin tidak akan dipilih siapa pun.

Hubungan dengan Sonata memperoleh skor simulasi tertinggi, namun kedekatan itu tidak pernah menjadi tempat emosional yang ia cari. Di pesta, setelah Xandara menerima TRUST Antares, Zion memaksa TRUTH kepada Sonata demi memperoleh informasi. Sonata meninju dan menolak memberinya hak istimewa. Pengalaman itu memperjelas batas antara kecocokan yang dinilai sistem dengan pilihan yang memberi rasa aman. Zion kemudian mengakui kepada Xandara bahwa Sonata dan Soraya lebih merupakan pelampiasan fisik atau hubungan sementara, sedangkan perhatian Xandara memiliki arti yang berbeda baginya.

Soraya dan Leon juga memperlihatkan sisi Zion yang kontradiktif. Dalam ruang hadiah ia menggoda serta memprovokasi keduanya, tetapi sekaligus memaksa mereka menghadapi kenyataan sistem. Leon membangun tanggung jawab kepada Soraya, sementara Zion tetap menjadi pihak ketiga yang menguji batas mereka. Soraya masih berniat meminta maaf kepadanya pada pertemuan berikutnya, menandakan bahwa ia tidak sepenuhnya dilihat sebagai musuh. Namun hubungan itu pecah ketika Zion menyerang Soraya sebagai alat tawar; Leon melindunginya dan kelompok menghadapi Zion sebagai ancaman.

Xandara menjadi pusat luka dan daya tahannya. Di pesta Zion datang bersamanya, menunjukkan afeksi secara terbuka, dan ingin menjadi satu-satunya orang yang mendapat perhatian khusus. Ketika Xandara memilih pertukaran TRUST dengan Antares, trauma menjadi pilihan terakhir meledak sebagai kecemburuan: ia menghancurkan lampu gantung, menyerang suasana, dan menganggap Xandara telah menggantinya. Antares melihat ledakan itu sebagai gangguan, sementara Xandara awalnya tidak memahami mengapa keputusan strategis dapat terasa seperti pengkhianatan.

Pada enam jam terakhir, Zion mengabaikan pasangan yang ditetapkan dan mencari Xandara. Ia akhirnya mengucapkan kebutuhan yang biasanya disembunyikan—ingin dilihat tanpa dihakimi dan takut menjadi tidak berarti. Xandara menyentuh wajahnya dengan cara yang dipelajari dari Ken serta Luxya, menyadari bahwa ketertarikan mengamati Zion adalah keinginan pribadi, lalu menjawab hitungan Zion dengan menggenggam tangan dan mengecup kepalanya. Zion mengikuti ketika Xandara pergi menghadapi bahaya. Hubungan mereka mulai bergerak dari tuntutan sepihak menuju pengakuan bahwa Xandara juga dapat memilih tempo dan arah.

Ketika Windham meruntuhkan bangunan, Zion berubah menjadi listrik dan menyelamatkan Xandara terlebih dahulu. Ikatan emosional meningkatkan kekuatannya. Ia kemudian membantu menghangatkan Luxya yang hampir mati bersama usaha Ken, tetapi tidak lama sesudahnya menculik Luxya dan menyerang Soraya untuk memaksa sistem mengembalikan Xandara sebagai pasangan. Rencana itu berhasil mengubah daftar, namun caranya mengorbankan orang lain dan membahayakan kepercayaan kelompok. Xandara merasakan maksudnya, lega karena dipilih, tetapi tidak menyetujui kecerobohannya. Hubungan mereka dengan demikian bukan romansa tanpa masalah: kasih Zion nyata, tetapi rasa takutnya dapat menjadikannya posesif dan kejam.

Saat Belze mengusulkan Xandara sebagai pasangan acak demi menguji pilihan di luar K.A.T., Zion kembali bereaksi protektif. Xandara menolak pemalsuan itu atas kehendaknya sendiri, bukan karena Zion melarang. Daftar akhir menempatkan mereka bersama, tetapi kemenangan Zion tidak menyelesaikan persoalan utama. Ia masih harus belajar bahwa dipilih tidak sama dengan memiliki, bahwa perlindungan tidak mengizinkan pengorbanan orang lain, dan bahwa hubungan nyata harus mampu bertahan ketika Xandara mengambil keputusan yang tidak berpusat padanya.

Motivation

Tidak lagi ditinggalkan atau dianggap tidak berarti, melindungi Xandara, membuktikan bahwa ikatan mereka nyata, dan merebut hak untuk memilih hidupnya sendiri.

Background

Zion merupakan seorang Dhampyre dari semesta Realm Assemble. Ia memiliki kemampuan fisik di atas manusia, taring dan cakar tersembunyi, serta kekuatan transformasi dan serangan listrik. Daya tempurnya meningkat ketika ikatan emosionalnya menguat.

Personality

Empatitis, Ambivert, Quirky, Skeptical

Empatik, ambivert, unik, skeptis, sarkastis, mudah tersulut, dan sangat takut ditinggalkan. Zion sering menutupi rasa tidak aman dengan kelakar kasar, sikap meremehkan, atau kepemilikan berlebihan terhadap orang yang ia sayangi.

Plot
The character's role in the story.
No plot yet.
About Roleplayverse

This website tells the universes (up to omniverse) of each story that have been developed together since 2014, collected solely as part of a hobby.

© Roleplayverse. All rights reserved.