Tambahan dari Chapter 1: Horst bertugas pada aspek evolusi biologis, memeriksa perubahan fisik subjek, dan banyak berkontribusi dalam pengamatan sifat pemberontakan remaja. Ia sengaja membawa tumpukan dokumen fisik dan meninggalkan lembar Subject 018 di ruang pembinaan. Pada epilog, ia juga mengungkap pernah menghidupkan kembali seorang bayi menggunakan tubuh bayi lain.
Tujuan yang paling jelas dinyatakan dalam Chapter 1 adalah keinginannya melihat sebuah ras baru berevolusi. Percakapannya dengan Alexander juga mengaitkan bayi yang pernah ia hidupkan kembali dengan rencana eksperimen evolusi berikutnya.
Horst Vonderlehr, seorang ilmuwan brilian di bidang biologi evolusi. Sebagai spesialis dalam perubahan fisik subyek, ia telah meraih pujian tertinggi karena penemuan-penemuannya yang mengubah paradigma tentang kemungkinan modifikasi fisik pada organisme.
Nama Horst tersebar luas di kalangan ilmiah, mengukuhkannya sebagai tokoh yang dihormati. Tidak heran bahwa ia terpilih untuk bergabung dalam Proyek 42 Voltaire, di bawah naungan Alan, seorang tokoh terkemuka dalam komunitas ilmiah. Pengangkatannya yang prestisius ini semakin menegaskan reputasi Horst sebagai seorang pelopor dalam bidangnya, dan keterlibatannya dalam proyek tersebut menjanjikan akan membawa eksplorasi ilmiah ke tingkat yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Meskipun memiliki reputasi sebagai seorang ilmuwan yang cemerlang, Horst Vonderlehr juga dikenal karena sifatnya yang ramah dan mudah bergaul. Di antara kolega-koleganya, ia selalu terlihat santai dan bersahabat, sering kali siap memberikan bantuan atau nasihat kepada siapa pun yang membutuhkannya. Keterbukaannya dan sikapnya yang ramah membuatnya menjadi sosok yang disukai dan dihormati oleh banyak orang di dunia ilmiah. Meskipun memiliki pengetahuan yang mendalam dan prestasi yang gemilang, Horst tetap rendah hati dan tidak segan untuk berbagi pengetahuannya dengan orang lain.
Specialist: Biologi Evolusi
Berbeda dari sebagian peneliti lain, Horst memandang para subjek sebagai individu yang unik dan berkarakter, tetapi ketertarikan itu tetap bersifat eksperimental. Ia menyukai dokumen fisik, bergerak lebih lambat karena usia, dan mempertahankan senyum hangat bahkan ketika tindakannya memancing ketidakpastian besar bagi para subjek.